Assalamualaikum Wr.Wb
A. Pengertian
Static routing (Routing Statik) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.
B. Latar Belakang
Saya memilih routing statik dalam sebuah jaringan lokal yang kecil ini karena bukanlah suatu masalah jika hanya memasukkan beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router dan sebagai bahan praktek pembelajaran.
C. Maksud dan Tujuan
Routing static lebih mudah dioperasikan pada jaringan lokal yang kecil karena kita hanya memasukkan beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding tabel disetiap router dan ini juga sebagai bahan praktek pembelajaran.
D. Alat dan Bahan
- 2 Buah Mikrotik
- 4 Kabel Tipe Straight
- 2 PC Sebagai Client
E. Tahap Pelaksanaan
- Masuk ke MikroTik melalui Winbox lalu silahkan ubah nama MikroTik anda, misal Router A atau Router B tujuannya agar anda tidak salah atau keliru dalam melakukan konfigurasi ini.
2.Konfigurasi Pada Router A :
a.) Masuk ke Menu Interfaces dan ubah nama identitas setiap Ethernet agar tidak mengalami kesalahan ketika konfigurasi. Pada contoh topologi diatas saya memberikan menandai Ether 1 ke laptop client sedangkan Ether 2 ke Router B.
b.) Masuk ke Menu IP > Address List > [+] untuk memberikan alamat Address disetiap Ether-nya (contoh pada topologi).
c.) Agar antara PC client router A dan client router B dapat saling berkomunikasi, maka anda harus menambahkan routing static pada masing-masing routersebagai penghubung keduanya. Masuk ke Menu IP > Routes > [+], kemudian isikanDst. Address 0.0.0.0/0 Gateway 192.168.2.2
d.) Masukkan network untuk jalur ke client router BDst. Address 192.168.3.0/24(IP address client router B)
e.) Pastikan konfigurasi yang telah anda masukkan tadi “reachable ether 2” (seperti pada gambar dibawah ini)
3. Konfigurasi Pada Router B :
a.) Langkah pertama sama seperti ketika menyetting router A, yaitu menandai (memberi identitas) setiap ether yang terhubung dengan kabel.
b.) Isikan IP address sesuai topologi yang telah anda rencanakan.
c.) Masukkan IP Address dari Client router A (sesuai topologi). Dst. Address 192.168.1.1 Gateway 192.168.2.1
d.) Jika dalam memberikan IP Routes sukses maka akan “reachable”, namun jika gagal akan “unreachable”.
4. Proses Pengujian
a.) Ping dari Client Router A
Dari Client rouer A ping ke IP 192.168.2.2 (ether 1 router B) dan Jika Berhasil hasilnya TTL.
Kemudian ping gateway dari Client Router B.
Client Router A ping Address dari client Router B.
b.) Ping dari Client Router B
Ping Gateway ether 2 pada router A.
Ping IP ether 2 pada router A.
Ping gateway Client di Router A.
Ping IP dari Client Router A.
" JIKA SEMUA HASILNYA TTL MAKA ROUTING STATIC TELAH BERHASIL "
REFERENSI
https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/05/contoh-seting-routing-statik-pada.html









